Sekolah Swasta di Pamulang Kembali Digedor Massa, Pagar Roboh untuk Kedua Kalinya
Ketegangan kembali terjadi di Sekolah TK dan SD Islam Pembangunan, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (24/8/2026). Massa dari pihak yang bersengketa terlibat aksi saling dorong hingga pagar sekolah kembali roboh.
Tangsellife.com - Ketegangan kembali terjadi di lingkungan Sekolah TK dan SD Islam Pembangunan, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (24/8/2026) pagi.
Sekolah tersebut kembali didatangi massa setelah sebelumnya digeruduk pada Sabtu (22/8/2026). Situasi sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara pihak yang berkaitan dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan pihak Sekolah Islam Pembangunan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah personel kepolisian masih berjaga di area sekolah. Beberapa sepeda motor dinas kepolisian terlihat terparkir di halaman sekolah sebagai bagian dari pengamanan.
Ketegangan kembali pecah ketika massa dari kedua pihak terlibat aksi saling dorong.
Desakan massa bahkan membuat pagar sekolah kembali roboh untuk kedua kalinya. Polisi yang berada di lokasi langsung bergerak memisahkan kedua kelompok dan memperketat penjagaan untuk mencegah bentrokan meluas.
Siswa Diliburkan, Pembelajaran Dialihkan ke PJJ
Demi menjaga keselamatan peserta didik, pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Proses pembelajaran kemudian dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah siswa berada di tengah situasi yang masih belum sepenuhnya kondusif.
Hingga Senin pagi, aparat kepolisian masih bersiaga di sekitar lokasi. Petugas juga mengimbau pihak-pihak yang terlibat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
Diduga Dipicu Sengketa
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto, mengatakan kericuhan yang terjadi diduga berkaitan dengan persoalan sengketa antara kedua pihak.
“(Kerusuhan) indikasinya dari para pihak yang bersengketa. Kami belum ada data spesifiknya, tapi yang beredar di media sosial bisa jadi acuan,” kata Yudhi saat dikonfirmasi, Minggu (23/8/2026).
Namun, kepolisian belum membeberkan secara rinci pokok persoalan yang menjadi sengketa maupun kronologi lengkap kejadian.
Yudhi mengatakan pihak kepolisian telah berupaya melakukan mediasi agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Kapolres Turun Tangan
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo disebut turun langsung untuk memediasi kedua pihak.
Menurut Yudhi, dalam proses mediasi tersebut kedua belah pihak sepakat untuk kembali ke tempat masing-masing dan tidak melanjutkan aksi yang dapat memicu kericuhan.
“Pak Kapolres langsung turun dan memediasi kedua belah pihak dan (mereka) sepakat untuk kembali ke tempat masing-masing,” ujarnya.
Meski demikian, ketegangan kembali muncul pada Senin pagi sehingga polisi kembali memperketat pengamanan di sekitar sekolah.
Polisi Masih Berjaga
Aparat kepolisian masih ditempatkan di sekitar sekolah untuk mengantisipasi terjadinya aksi susulan.
Pihak sekolah sendiri memilih mengutamakan keselamatan siswa dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh hingga kondisi dinilai lebih aman.
Polisi juga meminta seluruh pihak yang bersengketa menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur yang telah disepakati.
Situasi di sekitar sekolah hingga Senin pagi masih menjadi perhatian warga. Polisi memastikan pengamanan dilakukan untuk mencegah bentrokan kembali terjadi sekaligus menjaga aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan.
