Pemkot Tangsel Siapkan Insentif Guru Ngaji, Pilar: Jangan Sampai Ditinggalkan Masyarakat
Pemkot Tangerang Selatan terus memperkuat peran guru ngaji dalam membentuk karakter generasi muda. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menilai guru ngaji memiliki peran strategis dalam menanamkan iman, takwa dan akhlak di tengah tantangan era digital. Pemkot juga memberikan insentif dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan guru ngaji melalui dukungan DPRD dan kemampuan APBD.
Tangsellife.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mendorong penguatan peran guru ngaji dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menilai guru ngaji memiliki peran penting yang tidak hanya sebatas mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an.
Menurut Pilar, guru ngaji juga berperan dalam menanamkan nilai keimanan, ketakwaan dan akhlak kepada generasi muda.
Hal itu disampaikan Pilar saat menghadiri kegiatan Tangerang Selatan Mengaji Bersama Forum Persatuan Guru Ngaji Kota Tangerang Selatan di Masjid Agung Al-Mujahidin, Pamulang, Rabu (19/8/2026).
Pilar mengatakan, pendidikan karakter menjadi tantangan tersendiri di tengah perkembangan teknologi. Anak-anak saat ini dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi melalui media sosial dan internet.
“Kita harus mencerdaskan anak-anak kita supaya generasi ke depan menjadi generasi yang memiliki akhlak mulia, memiliki iman dan takwa, serta menguasai ilmu-ilmu Al-Qur’an. Ini pekerjaan rumah yang tidak mudah,” ujar Pilar.
Guru Ngaji Punya Peran Penting
Pilar menilai keberadaan guru ngaji harus terus diperkuat agar pendidikan keagamaan dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman.
Pembelajaran Al-Qur’an, kata dia, perlu dibarengi dengan pembentukan karakter dan moral sehingga anak-anak memiliki bekal dalam menghadapi lingkungan digital.
Menurutnya, tidak semua konten yang tersedia di media sosial sesuai dengan usia maupun kebutuhan anak.
“Jangan sampai anak-anak kita terpapar hal-hal negatif. Ini bukan hanya tantangan pemerintah atau orang tua, tetapi juga menjadi tantangan kita bersama, termasuk para guru ngaji,” tuturnya.
Karena itu, Pilar mengajak pemerintah, orang tua, guru ngaji dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang karakter anak.
Pemkot Tangsel Berikan Insentif
Sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan, Pemkot Tangsel juga memberikan insentif kepada guru ngaji.
Pilar berharap dukungan tersebut dapat membantu menjaga keberadaan guru ngaji agar tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
“Jangan sampai guru ngaji ditinggalkan oleh masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak lagi membutuhkan kehadiran guru ngaji, karena kalau itu terjadi, nilai-nilai religius di Tangerang Selatan bisa semakin terkikis,” kata Pilar.
Menurutnya, keberadaan guru ngaji tidak bisa dilepaskan dari upaya bersama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan moral generasi muda.
Insentif Bisa Dinaikkan
Pilar juga membuka peluang peningkatan insentif bagi guru ngaji di masa mendatang.
Namun, peningkatan tersebut tetap harus mempertimbangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan DPRD Kota Tangerang Selatan.
“Kita harus terus berupaya agar insentif guru ngaji bisa lebih baik lagi. Mudah-mudahan ke depan, dengan dukungan DPRD dan kemampuan APBD, kesejahteraan para guru ngaji juga bisa terus meningkat,” ujarnya.
Pemkot Tangsel berharap keberadaan guru ngaji dapat terus bersinergi dengan peran orang tua dan masyarakat.
Dengan kolaborasi tersebut, pendidikan generasi muda diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga mampu membentuk anak-anak yang memiliki iman, akhlak dan karakter kuat.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, guru ngaji dinilai masih memiliki posisi strategis sebagai salah satu benteng pendidikan karakter bagi generasi muda di Kota Tangerang Selatan.
