Jumat, 21 Agt 2026 NasionalHukum & KriminalEkonomiSeputar TangselTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Perceraian di Tangsel Tembus 2.128 Perkara, Ekonomi hingga KDRT Jadi Pemicu

✍️ Nalendra 🕒 21 Aug 2026 👁️ 2x dibaca
ilustrasi gambar
ilustrasi gambar Foto: Gemini Ai

Sebanyak 2.128 perkara perceraian tercatat di Kota Tangerang Selatan. LK3 Tangsel menilai persoalan ekonomi, konflik berkepanjangan dan kekerasan dalam rumah tangga menjadi persoalan yang perlu dicegah melalui konseling dan penguatan ketahanan keluarga.

Tangsellife.com - Angka perceraian di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi perhatian serius. Tercatat sebanyak 2.128 perkara perceraian terjadi, dengan perselisihan berkepanjangan dan persoalan ekonomi disebut menjadi salah satu pemicu utama.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Kota Tangerang Selatan. Lembaga tersebut menilai tingginya angka perceraian tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga menunjukkan masih perlunya penguatan ketahanan keluarga di masyarakat.

Ketua LK3 Kota Tangerang Selatan, Abdul Hamim Jauzie, mengatakan perceraian merupakan gambaran dari persoalan rumah tangga yang sebelumnya telah berlangsung cukup panjang.

“Perceraian adalah puncak dari gunung es permasalahan keluarga. Ketika faktor ekonomi dan konflik berkepanjangan menjadi pemicu dominan, ini menunjukkan bahwa banyak pasangan suami istri yang kesulitan menemukan ruang mediasi informal atau bimbingan dalam menyelesaikan krisis rumah tangga mereka,” ujar Hamim dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Persoalan Ekonomi Bisa Picu Konflik Rumah Tangga

Menurut Hamim, persoalan ekonomi sering kali menjadi sumber tekanan dalam kehidupan rumah tangga. Kondisi tersebut dapat memicu stres hingga akhirnya berkembang menjadi pertengkaran dan konflik berkepanjangan.

Namun, ia menilai tidak semua persoalan rumah tangga harus berakhir dengan perceraian.

Sejumlah konflik, kata Hamim, masih dapat dicegah apabila pasangan memperoleh pendampingan sejak awal, baik melalui konseling psikologis, pendampingan sosial maupun pembelajaran mengenai manajemen konflik.

Karena itu, LK3 Tangsel mendorong adanya langkah preventif untuk memperkuat ketahanan keluarga.

Salah satunya melalui penguatan konseling pranikah dan pascanikah.

“Pasangan perlu dibekali kesiapan mental, kemampuan komunikasi yang efektif, serta pengelolaan keuangan keluarga. Pemahaman agama dan hukum juga penting,” jelasnya.

LK3 Dorong Konseling Sebelum Pasangan Memilih Cerai

Hamim menilai akses terhadap layanan konsultasi keluarga juga perlu diperluas. Masyarakat diharapkan tidak menunggu sampai persoalan rumah tangga berada pada kondisi yang sulit diselesaikan.

Menurutnya, keberadaan lembaga konsultasi dapat menjadi tempat bagi pasangan untuk berdiskusi dan mencari jalan keluar sebelum mengambil keputusan untuk bercerai.

LK3 Tangsel pun mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Sosial, tokoh masyarakat dan berbagai lembaga terkait.

Program penguatan ketahanan keluarga dinilai perlu dilakukan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan pendampingan.

LK3 Siapkan Ruang Aman untuk Warga

Hamim menegaskan LK3 siap menjadi tempat bagi masyarakat yang menghadapi persoalan rumah tangga.

“Di LK3, kami siap hadir sebagai ruang aman bagi masyarakat Tangsel untuk berdiskusi dan mencari jalan keluar atas konflik keluarga,” katanya.

Ia berharap masyarakat tidak langsung menjadikan perceraian sebagai pilihan pertama ketika menghadapi persoalan dalam rumah tangga.

“Kita ingin memastikan bahwa opsi perceraian bukanlah langkah pertama, melainkan pilihan paling akhir setelah seluruh upaya pemulihan hubungan diusahakan,” tegas Hamim.

Dengan penguatan konseling, edukasi keluarga dan keterlibatan berbagai pihak, LK3 berharap ketahanan keluarga di Kota Tangsel dapat semakin kuat.

Masyarakat yang membutuhkan konsultasi dapat mengakses layanan LK3 Kota Tangerang Selatan yang berada di lingkungan Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan.

N
NalendraPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update