2.800 Rumah Sudah Dibedah, Pemkot Tangsel Lanjutkan Program untuk MBR hingga Disabilitas
Pemkot Tangerang Selatan memastikan Program Bedah Rumah RUTLH terus dilanjutkan. Pada 2026, sebanyak 329 rumah tidak layak huni telah diperbaiki dengan bantuan Rp75 juta per rumah. Program ini menyasar MBR, masyarakat miskin, dan penyandang disabilitas.
Tangsellife.com - Kabar baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), warga miskin, hingga penyandang disabilitas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan Program Bedah Rumah Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) terus dilanjutkan dan jumlah penerima manfaat akan ditingkatkan.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Tangsel untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat agar lebih layak, sehat, dan aman.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, program bedah rumah akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap rumah warga yang masih dalam kondisi tidak layak huni.
“Pemkot Tangsel akan terus berupaya agar intervensi terhadap rumah tidak layak huni dapat dilakukan secara berkelanjutan,” kata Benyamin di Tangerang Selatan, Selasa (25/8/2026).
329 Rumah Dituntaskan pada 2026
Pada 2026, Pemkot Tangsel menargetkan perbaikan sebanyak 329 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di tujuh kecamatan.
Benyamin menyebut seluruh target tersebut kini telah selesai dikerjakan.
Menurutnya, program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi keluarga penerima manfaat.
“Ke depan tentu kami berharap jumlah penerima manfaat dapat terus meningkat,” ucapnya.
Bantuan Rp75 Juta per Rumah
Program RUTLH diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat miskin, serta penyandang disabilitas yang tidak produktif.
Pelaksanaannya mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Wali Kota tentang Pedoman Pelaksanaan Perbaikan RUTLH.
Setiap rumah penerima mendapatkan bantuan senilai Rp75 juta. Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada penerima, melainkan berupa bahan bangunan dan jasa atau tenaga kerja untuk proses perbaikan rumah.
Pondok Aren Dapat Alokasi Terbanyak
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Tangsel, Aries Kurniawan, mengatakan seluruh rumah yang menjadi target perbaikan pada 2026 telah rampung direalisasikan.
Sebanyak 329 unit rumah tersebut tersebar di tujuh kecamatan dengan rincian:
- Pondok Aren: 77 unit
- Serpong: 56 unit
- Ciputat: 49 unit
- Pamulang: 40 unit
- Serpong Utara: 38 unit
- Ciputat Timur: 37 unit
- Setu: 32 unit
Pondok Aren menjadi wilayah dengan alokasi bedah rumah terbanyak, yakni 77 unit.
“Dengan rampungnya seluruh target tersebut, program bedah rumah diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat penerima, sekaligus meningkatkan kualitas hunian yang lebih layak, sehat, dan aman,” ujar Aries.
2.800 Rumah Telah Diperbaiki
Program bedah rumah Pemkot Tangsel terus berjalan dari tahun ke tahun. Hingga 2026, tercatat sekitar 2.800 rumah telah diperbaiki melalui Program Bedah RUTLH di seluruh wilayah Kota Tangsel.
Pemkot Tangsel memastikan program tersebut akan terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang layak, sehat, dan aman.
