Kamis, 24 Sep 2026 NasionalHukum & KriminalEkonomiSeputar TangselTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Lulusan Kehutanan, Pernah Jadi Pemulih Kredit Bermasalah dan Dirut Jamkrindo, Kini Putrama Wahju Setyawan Pimpin BNI

✍️ Nalendra 🕒 17 Sep 2026 👁️ 10x dibaca
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan saat Konferensi Pers Paparan Kinerja BNI FY 2024 secara virtual, Rabu (22/1/2025). Foto: Tangkapan layar
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan saat Konferensi Pers Paparan Kinerja BNI FY 2024 secara virtual, Rabu (22/1/2025). Foto: Tangkapan layar Foto: Sumber: investortrust.id

Putrama Wahju Setyawan menempuh perjalanan panjang dari lulusan Kehutanan UGM hingga menjadi Dirut BNI. Ia pernah menangani kredit bermasalah dan memimpin Jamkrindo.

Tangsellife.com - Nama Putrama Wahju Setyawan kini berada di posisi paling atas salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia.

Putrama dipercaya menjadi Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Namun, ada bagian dari perjalanan kariernya yang mungkin belum banyak diketahui publik.

Putrama bukan lulusan ekonomi.

Ia merupakan lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dari dunia kehutanan, perjalanan profesionalnya justru berbelok jauh ke sektor keuangan hingga akhirnya mengantarkannya ke kursi tertinggi BNI.

Berawal dari Kehutanan UGM

Putrama menyelesaikan pendidikan Sarjana Kehutanan di Universitas Gadjah Mada pada 1994.

Dua tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan Magister Akuntansi di UGM.

Perpaduan pendidikan tersebut kemudian menjadi modal ketika karier Putrama semakin masuk ke dunia keuangan dan perbankan.

Jalan kariernya tidak langsung menuju jajaran direksi.

Ia melewati berbagai posisi dan fungsi di industri keuangan sebelum akhirnya menduduki jabatan strategis di BNI.

Pernah Menangani Kredit Bermasalah

Salah satu bagian yang cukup menarik dari rekam jejak Putrama adalah pengalaman di bidang remedial dan recovery.

Dalam perjalanan karier di BNI, Putrama pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Corporate Remedial and Recovery pada 2011-2014.

Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Divisi Commercial Remedial & Recovery pada 2015-2016.

Bidang tersebut berkaitan dengan penanganan dan pemulihan kredit bermasalah.

Dengan pengalaman tersebut, Putrama tidak hanya memiliki pengalaman di sisi ekspansi bisnis perbankan, tetapi juga pernah berada di bagian yang menangani persoalan kredit yang membutuhkan penyelesaian dan pemulihan.

Naik ke Posisi Strategis

Karier Putrama di BNI kemudian terus bergerak.

Ia pernah dipercaya menangani sejumlah posisi strategis, termasuk Direktur Korporasi, serta posisi yang berkaitan dengan treasury dan internasional.

Pengalaman tersebut memperluas cakupan pekerjaannya dari persoalan kredit hingga bisnis korporasi dan pengelolaan fungsi perbankan lainnya.

Nama Putrama pun semakin kuat di lingkungan manajemen BNI.

Ia kemudian dipercaya menduduki posisi Wakil Direktur Utama BNI.

Sempat Keluar dari BNI dan Memimpin Jamkrindo

Perjalanan Putrama tidak sepenuhnya berada di BNI.

Pada 2022, ia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo.

Perpindahan tersebut membuat Putrama tidak hanya memiliki pengalaman sebagai bankir, tetapi juga pengalaman memimpin perusahaan penjaminan kredit milik negara.

Jamkrindo sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis penjaminan kredit.

Posisi sebagai direktur utama memberikan pengalaman baru di luar struktur bank.

Putrama kemudian kembali ke lingkungan BNI dan dipercaya mengisi posisi strategis di jajaran direksi.

Dari Wadirut ke Kursi Dirut BNI

Puncak perjalanan tersebut terjadi pada 26 Maret 2025.

Dalam RUPST BNI, Putrama ditetapkan sebagai Direktur Utama BNI.

Ia menggantikan Royke Tumilaar yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Pada saat yang sama, Alexandra Askandar ditetapkan sebagai Wakil Direktur Utama BNI.

Dengan demikian, dua bankir yang sebelumnya memiliki pengalaman panjang di bank BUMN lain kemudian berada dalam satu jajaran pimpinan BNI.

Harta Putrama Rp90,2 Miliar

Selain perjalanan karier, data LHKPN Putrama juga menarik perhatian.

Dalam LHKPN periode 2024, Putrama melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp90.202.453.008.

Dalam laporan tersebut, Putrama tidak tercatat memiliki utang.

Komponen kekayaannya antara lain berupa tanah dan bangunan, kendaraan dan mesin, surat berharga, kas dan setara kas serta harta lainnya.

Surat berharga yang dilaporkan mencapai sekitar Rp55,69 miliar.

Sementara kas dan setara kas berada di kisaran Rp13,39 miliar.

Tanah dan bangunan dilaporkan sekitar Rp9,85 miliar.

15 Kendaraan Senilai Rp10,7 Miliar

Bagian lain yang cukup mencolok dari LHKPN Putrama adalah aset kendaraan.

Putrama melaporkan 15 kendaraan dengan total nilai sekitar Rp10,739 miliar.

Daftarnya cukup beragam.

Ada Toyota Land Cruiser 200 VXR, Toyota Land Cruiser 70 Troop Carrier, Mercedes-Benz GLC 300 4M Coupe, Mercedes-Benz G300 Single Cabin hingga Land Rover Defender 90.

Untuk kendaraan roda dua, tercatat antara lain Harley-Davidson XL 1200X Sportster, BMW R Nine T dan Kawasaki W800.

Ada pula dua unit Suzuki Jimny.

Dua Land Cruiser menjadi kendaraan dengan nilai laporan terbesar, masing-masing sekitar Rp2,18 miliar dan Rp2,3 miliar.

Nilai tersebut merupakan nilai yang tercantum dalam LHKPN dan tidak otomatis sama dengan harga pasar kendaraan saat ini.

Pegang Saham BNI

Selain aset kendaraan dan properti, laporan tahunan BNI 2024 juga mencatat kepemilikan saham BNI oleh Putrama.

Per 31 Desember 2024, Putrama tercatat memiliki 3.879.526 lembar saham BBNI.

Kepemilikan saham tersebut merupakan bagian dari informasi kepemilikan saham manajemen yang dilaporkan dalam laporan tahunan perseroan.

Karier Panjang Sebelum Kursi Tertinggi

Jika perjalanan tersebut dirangkai, karier Putrama terlihat cukup panjang dan berlapis.

Lulusan Kehutanan UGM → Magister Akuntansi → masuk dunia perbankan → menangani corporate dan commercial banking → remedial dan recovery → jajaran direksi → memimpin Jamkrindo → kembali ke BNI → Wakil Direktur Utama → Direktur Utama BNI.

Jalur tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Putrama menuju kursi Dirut BNI tidak berlangsung secara instan.

Ada pengalaman di berbagai lini, termasuk bisnis, kredit bermasalah, korporasi, hingga penjaminan kredit.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Putrama dalam memimpin BNI.

Adapun data kekayaan dan kepemilikan saham yang disebut dalam artikel ini merupakan data yang dilaporkan untuk periode 2024, sehingga tidak boleh dibaca sebagai kondisi aset Putrama secara real-time.

N
NalendraPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update