Pramono: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen di 2026
Tangsellife.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen pada kuartal I 2026 di tengah tekanan dan ketidakpastian global.
Ia menegaskan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen menjadi bukti ketahanan ibu kota sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional meski menghadapi dinamika geopolitik dunia.
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen Ditopang Investasi
Pramono menjelaskan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen year-on-year (yoy) dan berkontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.
Selain itu, realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp270 triliun, yang turut memperkuat stabilitas ekonomi daerah.
Informasi ekonomi dan investasi nasional dapat diakses melalui:
https://www.bi.go.id
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen dengan Inflasi Terkendali
Menurut Pramono, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen sejalan dengan inflasi yang tetap terjaga di angka 2,45 persen sepanjang 2025.
Ia menilai stabilitas inflasi menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen Lewat Program Sosial
Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat berbagai program sosial untuk mendukung ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen, termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP Plus) bagi lebih dari 707 ribu pelajar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk lebih dari 15 ribu mahasiswa.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program pemutihan ijazah dan perluasan kesempatan kerja melalui padat karya.
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen dan Akses Publik
Pramono menambahkan, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen juga didukung perluasan layanan publik, termasuk transportasi gratis untuk 15 golongan masyarakat.
Dalam momentum HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI juga menggratiskan transportasi umum dan sejumlah tempat wisata pada tanggal tertentu.
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen di Tengah Tantangan
Meski ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen, Pramono menegaskan bahwa pemerintah tetap melakukan efisiensi dan penajaman program prioritas untuk menghadapi tekanan global.
“Program difokuskan pada manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
