Gerindra Bantah Isu Suap BEM UBK Libatkan Gibran, Sebut Ada Upaya Pecah Belah Prabowo-Gibran
Tangsellife.com - Fraksi Partai Gerindra DPR RI membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait polemik dugaan penerimaan uang oleh sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Gerindra menilai tudingan yang mengaitkan Gibran dengan dugaan suap terhadap mantan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK masih berupa klaim sepihak dan belum memiliki dasar hukum yang kuat.
Gerindra Minta Publik Tunggu Proses yang Berjalan
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, meminta masyarakat tidak terburu-buru membangun opini sebelum ada fakta yang terverifikasi.
Menurutnya, informasi yang beredar saat ini masih berasal dari pengakuan sejumlah mahasiswa dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan pihak tertentu.
"Kita tidak tahu ya soal itu. Ini kan baru pengakuan sepihak dari teman-teman mahasiswa Ketua BEM FH UBK kan. Jadi biarlah itu berproses," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Yakin Gibran Tidak Terlibat
Bambang menegaskan dirinya meyakini bahwa Gibran tidak memiliki hubungan dengan dugaan aliran dana yang menjadi polemik tersebut.
Ia justru menduga ada pihak lain yang berusaha memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu tersebut.
"Saya yakin tidak ada sangkut pautnya dengan Mas Gibran. Saya yakin mungkin ada pihak-pihak lain kita tidak tahu," katanya.
Sebut Ada Upaya Menciptakan Jurang Pemisah Prabowo-Gibran
Dalam keterangannya, Bambang juga menyinggung kemungkinan adanya upaya politik yang bertujuan menciptakan ketegangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut dia, isu yang berkembang belakangan ini berpotensi dimanfaatkan untuk membangun persepsi negatif terhadap hubungan keduanya.
"Jangan sampai isu-isu ini ada upaya memecah belah dan membuat keretakan, atau ingin membuat jurang pemisah antara Presiden dan Wakil Presiden. Karena prinsipnya, sampai saat ini kami melihat hubungan keduanya sangat baik dan saling support satu sama lain," tegas Bambang.
Gerindra Nilai Gibran Tak Perlu Beri Klarifikasi
Menanggapi desakan sejumlah pihak agar Gibran memberikan penjelasan terbuka kepada publik, Bambang menilai langkah tersebut tidak diperlukan.
Ia berpendapat isu yang belum memiliki dasar kuat tidak perlu ditanggapi secara berlebihan oleh seorang Wakil Presiden.
"Saya pikir tidak perlu (klarifikasi), bukan tugas Wapres kayak begitu. Saya pikir itu isu yang tidak perlu kita tanggapi secara berlebihan," ujarnya.
Gerindra Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
Di akhir pernyataannya, Bambang memastikan Partai Gerindra akan terus mendukung jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, stabilitas pemerintahan harus dijaga dari berbagai spekulasi maupun opini yang berpotensi mengganggu konsolidasi nasional.
"Kami Fraksi Gerindra akan mensupport habis terkait keberlangsungan pemerintahan Presiden Prabowo dan Mas Gibran," pungkasnya.
Polemik BEM UBK Masih Jadi Sorotan
Seperti diketahui, polemik dugaan penerimaan uang oleh sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) masih menjadi perhatian publik. Isu tersebut mencuat setelah beredar video pengakuan mahasiswa yang mengaku menerima sejumlah uang usai mengikuti aksi demonstrasi dan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hingga saat ini belum ada bukti hukum yang menunjukkan keterlibatan langsung Gibran dalam dugaan pemberian dana tersebut. Sejumlah pihak pun meminta agar proses klarifikasi dan investigasi dilakukan secara terbuka untuk menghindari berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.
