
Tangsellife.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan terus mempercepat transformasi digital melalui pelatihan AI ASN Tangsel layanan publik guna meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Langkah ini diwujudkan lewat workshop bertajuk “AI Empowerment for Government: Breaking the Limits” yang digelar di Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut melibatkan puluhan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga puskesmas.
Pelatihan AI ASN Tangsel layanan publik ini menghadirkan pakar teknologi informasi nasional, Prof. Onno W. Purbo, sebagai narasumber utama. Para peserta dibekali pemahaman tentang pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung pekerjaan birokrasi.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa perubahan teknologi menuntut ASN untuk beradaptasi dengan cepat.
“Sekarang dunia sudah berubah, teknologi berkembang sangat cepat. ASN harus bisa menyesuaikan diri dan memanfaatkan kecerdasan buatan,” ujar Benyamin melalui Kadiskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin.
Menurut Pemkot Tangsel, penerapan AI ASN Tangsel layanan publik diyakini mampu meningkatkan efisiensi kerja hingga 30–40 persen, terutama dalam pekerjaan administratif seperti penyusunan dokumen, pengolahan data, dan analisis kebijakan.
Diskominfo Tangsel juga menjelaskan bahwa AI akan digunakan untuk mempercepat layanan pengaduan masyarakat melalui sistem berbasis Natural Language Processing (NLP) yang dapat bekerja 24 jam.
Selain itu, teknologi AI juga akan diterapkan di sektor kesehatan untuk memprediksi potensi penyakit serta mengelola antrean pasien di puskesmas.
Informasi terkait transformasi digital pemerintahan dapat dilihat melalui:
https://www.tangerangselatankota.go.id
Pemanfaatan AI ASN Tangsel layanan publik juga menyasar perencanaan pembangunan daerah melalui analisis big data agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Di sisi internal, AI digunakan untuk mempercepat proses administrasi dan penyusunan dokumen kebijakan agar lebih efisien.
Meski memberikan banyak manfaat, Pemkot Tangsel menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan AI, terutama terkait keamanan data dan potensi kesalahan informasi.
“AI harus menjadi asisten, bukan pengganti ASN. Keputusan tetap di tangan manusia,” tegas TB Asep Nurdin.
Pemkot Tangsel juga menyiapkan tiga langkah utama, yaitu pelatihan prompt engineering, penyusunan regulasi etis, dan integrasi sistem AI ke dalam layanan digital satu pintu.
Melalui pelatihan ini, Pemkot Tangerang Selatan berharap mampu membentuk birokrasi yang lebih responsif, efisien, dan berbasis data. Transformasi ini ditargetkan menjadikan Tangsel sebagai salah satu pionir smart governance di Indonesia.